//
Peristiwa PRRI

10 Jan 1958, pemboman RRI di Bukittinggi

2 Feb 1958 Tentara Pusat masuk di Pakan Baru dan Padang Panjang tanpa mendapati suatu perlawanan pun.

Terdapat tiga batalion di Sumatra Barat waktu itu, yaitu
Batalion 140 di Bukittinggi. Komandan Nurmatias
Batalion 141 di Payakumbuh. Komandan Aminullah
Batalion 142 di Pesisir Selatan.

Mayor Johan
Alimuddin (tuan dari Sardani)
Komandan Batalion Nurmatias
Komandan Kompi Mhd.Nur

Letnan Bujang Basoka, aslinya dari Kamang, berisitri di Baruah Pandai Sikek. Terkenal karena selalu petentang-petenteng dengan sebuah basoka di tangannya. Melakukan perlawanan di Kandang Diguguak, dekat Singgalang. Menewaskan seorang komandan regu berpangakat Sersan Mayor.

DBI (Deport Batalion Infantri) mencoba menahan tentara pusat di Lubuk Jambi, dan juga dalam skala yang lebih kecil di Muara Mahat.

Kira-kira Maret 1958, Tentara Pusat melakukan patroli dari Padang Panjang ke Pandai Sikek. Mereka masuk melalui Koto Laweh dan berpencar. Sebagian lewat Sawah Lanjuik, Sungai Guntuang dan Pincuran Siuak masuak ke Baruah. Sebagian melalui sawah di Koto, terus ke Baruah dan Surau. Penduduk di suruh berdiri di luar rumah dan dibiarkan tidak diganggu. Hanya dua orang laki-laki yang mencoba bersembunyi di rumah tetapi disuruh keluar lagi oleh Tentara.

Ketika menuruni lurah di Surau tentara membuang tembakan kearah ngarai-ngarai di Data, dan Sawah Janggi untuk melindungi pasukan yang sedang melewati lembah.

Di Tanjuang sebuah rumah dibakar.

Mereka melanjutkan patroli hingga ke Kubu di Koto Tinggi tetapi tidak menemukan tentara PRRI. Mungkin sudah berpindah ke hutan-hutan sebelah utara. Para petani nan sedang maiiriak di sawah disuruh diam ditempat. Sekelompok DBI berkumpul di Tanah Taban dan dapat dibujuk supaya turun dan bergabung dengan Tentara Nasional.

Para guru dan pegawai negri dapat dibujuk supaya turun dan kembali bertugas di posnya masing-masing.

Beberapa waktu kemudian, disusul dengan patroli kedua ke Pandai Sikek. Tetapi keadaan sudah kondusif dan TNI hanya berkumpul di Baruah sebelum kembali ke Padang Panjang.

Kira-kira 5 Oktober 1958, Sersan Abdullah, dari batalion 141, orang KotoTibalai Baruah, membawa TP (Tentara Pelajar) dari Aie Angek dan Paninjauan. Mereka berkupul di Balai di Tanjuang. Dalam beberapa hari mereka melakukan operasi di Baruah, menewaskan seorang (Muhd. Lembang) di Kampuang Dalam sesudah mengambil harta bendanya.

Mereka juga menculik Dt. Marajo di KotoTinggi, yang akhirnya dibunuh di Padang Kudo.

Kira-kira akhir Desember 1958 tentara PRRI melakukan penyergapan di Lembah Anai, menewaskan Wali Kota Padang Panjang.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Video

Photo Pemandangan

Minangkabau scenery

Two players

Behind the grass

Sungai Tanang

More Photos

Stats

  • 59,528 hits

Pengunjung

Twitt Box

%d bloggers like this: